Wednesday, April 16, 2008

Ketika diri tak terikat. terkekang dalam suatu bentuk formalitas dan tetek bengek administrasi. Namun itu semua tak lama rupanya. Sebuah kesempatan untuk kembali berkutat dengan kata-kata terwujud. Walaupun itu di ambang dua pilihan sulit. Seperti memutuskan untuk menikah atau tidak. Perlu banyak berpikir. Berpikir keras dengan berbarengan shalat istikharah.
Sampai akhirnya semua saran melewati sel saraf dan diolah yang hasilnya menjadi keputusan bulat bagi diriku sendiri.
I have to decide. Keinginan dan idealisme untuk menjadi "liar" akhirnya harus diredam karena ternyata gue masuk ke dalam ranah sama dengan yang sebelumnya kukecap. Dunia inhouse. Namun dengan spec. berbeda. Dunia manajemen properti. Kerja adalah berilmu. Mungkin itulah yang mendorong gue untuk mengambil kesempatan ini, walaupun ada beberapa tugas di luar yang rupanya menjadi lahan kerja gue. Tak mengapa. (Hampir) semua orang tahu kalau orang-orang media/atau mantan, adalah militan-militan yang tak kalah dengan yang di Perang Irak atau Taliban.
Waktu terus mengejar...merongrong untuk membukakan pintu hati kita terhadap hikmah dari setiap keputusan dan peristiwa dalam hidup.
...dan waktu itu dimulai. SEKARANG!