Mungkin sudah setahun. Atau dua tahun. Aku tak tahu. Yang pasti jari jemari ini telah lama tak mengenal tuts keyboard warnet atau (mungkin) kantor yang sedang kudiami.
Aku rindu. Rindu pada masa di masa bisa mencurahkan segala rasa dan cita di dada. Membuncah bagai payudara wanita yang montok dengan kaos ketat berbelahan dada rendah. Menulis itu seperti samurai. Masih sering dilatih, maka ia akan semakin tajam. Menulis itu seperti rokok. Ia mencanduku. Jadi, izinkan aku menorehkan garis kehidupanku di dunia tanpa batas ini. Bercerita. Apapun. Siapapun. Karena aku ingin semakin tajam. Tajam dalam melihat sisi-sisi dan ruang kehidupan.